Minggu, 22 Agustus 2010

Daud Beureuh (Ulama Besar Aceh)



Semangat separatisme sebagian rakyat Aceh, nampaknya terinspirasi oleh sosok Daud Beureuh. Ia merupakan cerminan dari rawat Aceh yang patriotik, mempunyai harga diri tinggi, dan selat setia dengan agamanya. Teungku Muhammad Daud Beureuh adalah ulama Aceh yang paling disegani di sepanjang abad 20. Pengaruhnya bahkan terasa sampai ke luar Serambi Mekkah.

Dari kacamata Jakarta, ia merupakan sosok yang kompleks, patriotis sekaligus pemberontak, loyal terhadap negara tetapi lebih loyal terhadap agamanya. "kami akan membangun negara dengan cara kami sendiri" katanya ketika memojah rencana Soekarno - untuk menggabungkan Aceh dengan provinsi Sumatra Utara pada tahun 1950.



Lahir pada 15 September 1899, karir politik Daud Beureuh mulai bersinar ketika ia terpilih sebagai ketua Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) pada tahun 1939. Ia juga dikenal sebaga sendiri madrasah Sa'ada Abadiah di Sigli yang terkenal di Aceh.

Daud aktif memimpin umatnya berperang melawan penjajah Belanda. Ketika Indonesia telah merdeka dan mencoba menahan masuknya pasukan asing, ia ditunjuk Soekarno sebagai gubernur militer untuk wilayah Aceh.

Pemberontakan Aceh berawal dari penolakan Daud Beureuh atas rencana Jakarta menggabungkan Aceh dengan Sumatra Utara kedalam satu provinsi. Karena tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan Soekarno, tahun 1953 ia memproklamasika Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinak S.M. Kartosoewirjo.

Setelah empat tahun berperang, perundingan dilakukan wakil permana menteri RI Mr. Hardi, yang dilanjutkan oleh Kolonel Sudirman (saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Militer Iskandar Muda). Perundingan mencapai kesepakatan yang menyebutkan Aceh menjadi sebuah provinsi dan memperoleh hal otonomi di bidang pendidikan dan Agama. Kesepakatan itu membuat Daud Beureuh turun gunung. Sayang hingga akhir hayatnya pada tahun 1982, janji itu tidak pernah direalisasi oleh pemerintah pusat.

Teungku Muhammad Daud Beureuh adalah ulama besar yang menjadi simbol perlawanai terhadap kewenangan rezim. Namun apa yang diperjuangkan Daud Beureuh Akhirnya tercapai di awal abad 21 ketika Nanggroe Aceh Darussalam memperoleh otonomi khusus.

Sumber: 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia. Penerbit: Narasi, Yogyakarta

Label:

1 Komentar:

Pada Sabtu, Agustus 31, 2013 12:38:00 PM , Anonymous Anonim mengatakan...

Tohoh yang cukup kharismatik, ulama sekaligus umara yang diperhitungkan... yang sangat sulit ditemukan sosok seperti beliau di Aceh sekarang ini..

 

Poskan Komentar

Ketikkan saran dan komentar anda. Walaupun singkat tetapi saran dan komentar yang anda berikan sangat berarti buat blog ini. Silahkan beri Komentar anda dengan mengisi boxs dibawah ini. Jika tidak mempunyai Akun, pilih ANONIM/ANONYMOUS. Terima Kasih Banyak Telah Mengunjungi Blog ini.

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda